Kitab Al Mawaqif Walmukhotobat Syaikh Abdul Jabbar An-Nifari Full

Buku 1
kitab mawaqif almukhotobat

Judul : Melihat Allah
Terjemahan oleh :Mustafa Mahmud
Penerbit : PT. Bina Ilmu – Surabaya – Tanpa tahun
Penyadur : Pujo Prayitno
Sumber : Link

Catatan : Buku adalah hidangan... bila tidak ada selera jangan dimakan.
Buku ini mengungkap Rahasia di balik hutan larangan yang penuh racun...
Bila belum punya penawarnya... jangan coba-coba memasukinya... berbahaya!



ULASAN
SYAIKH ABDUL HASAN  ASY-SYADZILI

Dokter Abdul Halim Mahmoud dalam bukunya yang berjudul “Abdul Hasan Asy-Syadzily” yang diterbitkan di tahun 1387 H – 1967 H. Mengatakan bahwa beliau adalah seorang Arif Billah, seorang sufi penuh perjuangan, lahir di tahun 593 H – wafat 656 H.

Dalam ulasan nya yang singkat, diterangkan bagaimana pendapat Asy-Syadzilly mengenai Asy Syeikh Muhammad Bin Abdul Jabbar An-Nafri, penulis kitab “Almawaqif wal Mukhotobat”, kata beliau : “Kitab itu bukan sembarang kitab, tidak mudah, yang kesukarannya sudah pasti sukar, oleh karena isinya mengibaratkan tentang hal-hal ruhani, meninggi dan tidak mungkin bagi seseorang dapat mendalami selain “Kawan-kawan ahli rasa” (dzauqiah) yang tinggi pula pengertian dan kemauannya, tak mungkin seluruh kitab itu dipahami kecuali oleh orang khusus di bidangnya”.

Dan dalam hal ini Abdul Hasan Asy-Syadzilly penuh berhasrat hendak “Meringankan” dan “Menggampangkan” kandungan isi kitab itu, agar mereka yang berkemampuan bersedia untuk menerima, dapat memahami. Dan beliau dalam hal ini bersedia menyediakan “Kunci pembuka” bagi setiap yang merindukan alam hikmat kebijaksanaan; sayang sekali sampai akhir hayat niat baik beliau belum sampai terlaksana.

Dalam buku ini disebutkan pula bahwa Ibn Athaillah membawakan sebuah kisah : Pada suatu hari pernah terjadi suatu pertemuan di Cairo di rumah Zaky As Sarrakh, dalam pertemuan tersebut Asy Syeikh Abdul Hasan Asy-Syadzilly memegang sebuah kitab “Almawaqif wal Mukhotobat” Kitab tersebut beliau baca di hadapan Ibn Athaillah dan Abdul Abbas Am Marsi...

Berdasarkan pada tulisan Doktor Abdul Halim Mahmoud mengenai kehidupan Asy-Syadzily (yang pernah berguru pada Abdus Salam bin Masysy) teranglah sudah bahwa buku “Almawaqif wal Mukhotobat” karangan Asy-Syeikh Muhammad bin Abdul Jabbar An-Nafri yang kami terjemahkan dan disusun dalam Bahasa Indonesia dengan Judul “Melihat Allah” sudah dikenal dan diketahui oleh Ibn Athaillah As-Iskandari penulis kitab :Al Hikam” yang sudah tidak asing lagi bagi kita, bahwa sudah dikenal pula oleh Abul Abbas Al-Marsi (Guru Ibn Athaillah) murid Abul Hasan Asy-Syadzilly. Dalam buku tersebut terdapat banyak persamaan perihal kata-kata “Allah berkata kepadaku” dan lain-lain yang serupa dengan itu. Semoga ridha dan Rahmat Allah kepada beliau-beliau.

SELAMAT  MENGEMBARA DI BELANTARA ILMU RAHASIA
HATI-HATI JANGAN SAMPAI TERSESAT JALAN
MISTERI TETAP SEBAGAI RAHASIA
UNTAIAN KATA  HANYA SEBATAS
UNTAIAN KATA RAHASIA TETAP RAHASIA


1.      TENTANG  TAUHID

Allah berseru kepada hamba-Nya. (Pahami QS.Al-Insylqaq 84.6).
“Wahai hamba, engkau tiada memiliki sesuatu pun, kecuali apa yang Aku kehendaki untuk menjadi milikmu. Tiada juga engkau memiliki dirimu, karena Akulah Maha Pencipta-Nya; Tiada pula engkau memiliki jasad mu, maka Akulah yang membentuk-Nya; Hanya dengan pertolongan-Ku engkau dapat berdiri; dan dengan “Kalimat-Ku” engkau datang ke dunia ini.

“Wahai hamba! Katakanlah Tiada Tuhan melainkan Allah, kemudian tegakkan berdiri di jalan yang benar, maka Tiada Tuhan melainkan AKU. Dan tiada pula wujud yang sebenarnya wujud kecuali untuk-Ku, dan segala yang selain daripada-Ku, adalah dari bantuan tangan-Ku dan dari tiupan Roh-Ku.

“Wahai hamba! Segala sesuatu adalah kepunyaan-Ku, bagi-Ku dan untuk-Ku, jangan sekali-kali engkau merebut apa yang menjadi kepunyaan-Ku. Kembalikan segala sesuatu kepada-Ku, niscaya akan Ku terima pengembalian mu dengan tangan-Ku dan Ku tambah padanya dengan kemurahan-Ku. Serahakan segala sesuatu kepada-Ku, niscaya Ku selamatkan engkau dari segala sesuatu.

Ketahuilah, bahwa hamba-Ku yang terpercaya, adalah yang mengembalikan segala yang selain-ku kepada Ku. Tengoklah dengan pandangan tajam kepada-Ku, bagaimana cara-Ku melakukan pembagian, niscaya engkau akan melihat pemberian dan penolakan merupakan dua bentuk yang dinamakan, agar dengan demikian engkau mengenal-Ku”.

“Hai hamba!   Sesungguhnya engkau telah melihat Daku sebelum dunia terhampar dan engkau mengenal siapa yang  telah engkau lihat. Dan kepada-Ku-lah engkau akan kembali. Aku ciptakan segala sesuatu untuk mu dan Aku labuh kan tirai (Hijab) atasmu. Lalu engkau pun tertutup dengan tirai dirimu sendiri, kemudian Aku menghijab engkau dengan diri-diri yang lain, yang mana diri-diri yang lain itu menyeru kepadamu dan pada dirinya dan menjadi hijab (penutup) dari pada Ku.

Setelah kesemuanya itu, maka Aku-pun kembali menyata di balik kesemuanya itu, dan dari belakang kesemuanya itu Ku perkenalkan diri-Ku; Ku katakan kepadamu bahwasanya Aku-lah Maha Pencipta; Aku yang menciptakan kesemuanya itu dan bahwasanya Aku menjadikan engkau Khalifah (Pengurus yang berkuasa di Bumi) atas kesemuanya itu dan ketahuilah bahwa kesemuanya itu adalah amanah (titipan) pada sisi-mu. Dan diharuskan  pada pengemban amanah itu untuk mengembalikannya.

Maka telitilah dirimu setelah engkau mempercayai-Ku, sudahkah engkau mengembalikan segala sesuatu itu kepada-Ku ?? Dan sudahkah engkau memenuhi perjanjian yang telah engkau buat dengan Ku..????

“Dan ... barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar” (QS. Al-Fath 48:1).
“Dan sesungguhnya... kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa akan perintah itu, dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat” (QS.Thaha 20:115)

“Hai hamba!!! Ku ciptakan segala sesuatu itu untukmu, maka bagaimana Aku akan rela kalau engkau peruntukan dirimu bagi sesuatu itu. Sesungguhnya Aku melarang engkau untuk menggantungkan dirimu pada sesuatu (Selain-Ku) karena Aku pencemburu padamu”.

“Hai Hamba!!!!  Aku tidak rela engkau peruntukan dirimu bagi sesuatu, walau harapanmu akan surga sekalipun, karena sesungguhnya... Aku ciptakan engkau hanya untuk-Ku; supaya engkau berada di sisi-Ku; Di sisi yang tiada sisi, dan di mana yang tiada mana.

Ku Ciptakan engkau atas pola gambar-Ku seorang diri, tunggal, mendengar, melihat dan berkemauan serta berbicara. Dan aku jadikan engkau mempunyai kemampuan untuk TAJALINYA (menyatakan) nama-nama-Ku, dan... tempat untuk pemeliharaan-Ku”.

“Engkau adalah sasaran pandangan-Ku... tiada dinding penghalang yang memisahkan antara-Ku dan antaramu.

Engkau teman duduk se majelis dengan-Ku, maka tiada pembatas antara-Ku dan antaramu.


“Hai hamba!! Tiada antara-Ku dan antaramu... antara Aku lebih dekat kepadamu, maka pandanglah kepada-Ku, karena aku senang memandang kepadamu”.

Bersambung ke: Buku 2 - Ujian

Previous
Next Post »